Tugas 1 MPSI Project Management Fundamental

<●> Apa itu Project. Operations dan Project Management?
Project adalah sebuah aktivitas kerja sementara yang dilakukan untuk membuat produk atau jasa dengan waktu (awal sampai akhir) sudah ditentukan dengan jelas. Operations atau yang biasa disebut Operations Management adalah serangkaian aktivitas untuk menciptakan nilai dalam bentuk barang dan jasa melalui transformasi input menjadi output. Sedangkan Project Management adalah metode perencanaan dan pengelolaan sumber daya yang bisa digunakan perusahaan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Di dalamnya, terdapat berbagai proses yang dimulai dari inisiasi, pembentukan strategi, pelaksanaan, pengawasan, hingga penutupan.

<●> Sebutkan dan jelaskan karakteristik/atribut project!
Atribut produk adalah unsur-unsur dari suatu produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan pembelian. Unsur-unsur yang terdapat dalam atribut produk antara lain:

1. Kualitas Produk
Kualitas produk adalah salah satu sarana positioning utama untuk pemasar. Mempunyai dampak langsung pada kinerja produk. Oleh karena itu kualitas berhubungan erat dengan nilai dan kepuasan pelanggan.

2. Fitur Produk
Fitur produk adalah sebuah produk dapat ditawarkan dalam beragam fitur, model dasar, model tanpa tambahan apapun, merupakan titik awal. Perusahaan dapat menciptakan tingkat model yang lebih tinggi dengan menambahkan lebih banyak fitur. Fitur adalah sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk perusahaan dari produk pesaing. Menjadi produsen pertama yang memperkealkan fitur baru yang bernilai merupakan salah satu cara paling efektif untuk bersaing.

3. Gaya dan Desain Produk
Desain memiliki konsep yang lebih luas daripada gaya (style). Desain selain mempertimbangkan faktor penampilan, juga bertujuan untuk memperbaiki kinerja produk, mengurangi biaya produksi, dan menambah keunggulan bersaing.

4. Merek
Mungkin keahlian pemasar profesional yang paling istimewa adalah kemampuan mereka untuk membangun dan mengelola merek. Merek (brand) adalah sebuah nama, istilah, tanda, lambang atau desain, atau kombinasi semua ini, yang menunjukkan identitas pembuat atau penjual produk atau jasa. Konsumen akan memandang merek sebagai bagian penting dari produk, dan penetapan merek bisa menambah nilai bagi suatu produk.

5. Kemasan
Kemasan (packaging) melibatkan perancangan dan produksi wadah atau pembungkus untuk sebuah produk. Fungsi utama kemasan adalah menyimpan dan melindungi produk. Kemasan yang didesain dengan buruk bisa menyebabkan konsumen pusing dan perusahaan kehilangan penjualan. Sebaliknya, kemasan yang inovatif bisa memberikan manfaat kepada perusahaan melebihi pesaing dan mendorong penjualan.

6. Label
Label berkisar dari penanda sederhana yang ditempelkan pada produk sampai rangkaian huruf rumit yang menjadi bagian kemasan. Label mempunyai beberapa fungsi. Setidaknya label menunjukkan produk atau merek, seperti nama Sunkist yang tercantum pada jeruk. Label juga bisa menggambarkan beberapa hal tentang produk siapa yang membuatnya, dimana produk itu dibuat, kapan produk itu dibuat, kandungannya, cara pemakainya, dan bagaimana menggunakan produk itu dengan aman.

7. Pelayanan Pendukung Produk
Pelayanan pelanggan adalah elemen lain dalam strategi produk. Penawaran perusahaan biasanya meliputi beberapa pelayanan pendukung, yang bisa menjadi bagian kecil atau bagian besar dari seluruh penawaran.

<●> Berikan contoh studi kasus sederhana dalam kehidupan sehari-hari antara project dengan operations
Contoh project:
1) Konstruksi gedung baru
2) Desain produk baru

Kita ambil contoh konstruksi gedung baru. Tentunya kita sudah tahu bahwa pekerjaan itu dilakukan oleh perusahaan konstruksi dan bisa saja perusahaan konstruksi membangun dua gedung baru di dua tempat berbeda dengan desain yang sama. Apakah hal itu masih dikatakan sebagai project? Tentu saja iya. Faktor lokasi yang berbeda, klien yang mungkin berbeda, bahkan faktor cuaca maupun lingkungan dan masyarakat yang berbeda akan membedakan jalannya pembangunan dua gedung tersebut. Tentunya hal tersebut masih disebut sebagai project.

Contoh operation:
1) Produksi produk makanan retail di pabrik
2) Proses akunting

Produksi produk makanan retail di pabrik dapat di di sebut sebagai project hanya pada saat pertama kali jenis produk tersebut di produksi, karena ada proses konfigurasi mesin dan lainnya. Produksi setelah itu sudah dikategorikan sebagai operation.

Masih tentang contoh dari pekerjaan yang bersifat operation, kita kembali lagi pada kasus konstruksi bangunan. Memang kita akui bahwa kegiatan mengontruksi gedung baru merupakan pekerjaan yang bersifat project. Akan tetapi, mari kita lihat dari sisi manajemen perusahaan konstruksi, bagaimana mereka bisa mengatur keuangan perusahaan yang memang rutin dilakukan di akhir bulan. Di bagian itulah, perusahaan konstruksi tersebut melakukan pekerjaan yang bersifat operating.

<●> Jelaskan perbedaaan hubungan antara Project,  Program dan Portofolio Management!
Untuk memahami hubungan antara proyek, program dan portofolio, berikut disampaikan definisi ketiganya secara ringkas sebagai berikut :

Proyek – Proyek merupakan usaha atau kerja yang bersifat sementara dan tidak rutin dimana macam kegiatan dan intensitas yang berubah sepanjang siklus hidupnya yang dilakukan untuk membuat produk (deliverables), jasa, pengembangan produk, atau lainnya yang dibatasi oleh biaya, mutu, dan waktu.
Program – Program terdiri atas proyek, subprogram, dan aktifitas program terkait yang dikelola dalam suatu cara yang telah dikoordinasi untuk memberikan manfaat atau untuk tujuan tertentu. Suatu proyek dapat merupakan bagian atau tidak atas suatu program tapi suatu program akan selalu memiliki proyek.
Portofolio – Portofolio terdiri atas proyek, program, subportofolio, dan dikelola sebagai suatu kelompok untuk mencapai sasaran strategis. Suatu portofolio dapat terdiri atas beberapa program.

Proyek, program, dan portofolio memiliki hubungan yang bersifat saling mempengaruhi. Hubungan antara proyek, program, dan portofolio beserta komponen hubungannya, dijelaskan pada gambar di bawah ini :

Hubungan Proyek, Program, dan Portfolio (PMBOK 5th)

Pada gambar di atas diperlihatkan bahwa bagian yang lebih tinggi yaitu portofolio atas subportofolio, program, dan proyek, memiliki beberapa peran, yaitu :
1) Menentukan strategi dan prioritas pelaksanaan subportofolio, program, dan proyek yang terkait dengan tujuan organisasi dan ketersediaan sumber daya.
2) Melaksanakan elaborasi yang progresif.
3) Menetapkan tata kelola dalam pengelolaan dan pelaksanaan portofolio, program, dan proyek.
4) Melakukan disposisi atas permintaan perubahan yang terjadi dalam masa pelaksanaan.
5) Menerima dampak atas perubahan yang terjadi pada portofolio, program, dan proyek yang lain.

<●> Mengapa pentingnya belajar Project Management?
1. Menentukan rencana dan mengelola ‘chaos’
proyek secara alami adalah ‘chaos’. Fungsi bisnis utama manajemen proyek adalah mengatur dan merencanakan proyek untuk menjinakkan kekacauan ini. Jalur yang jelas dipetakan dari awal hingga akhir memastikan hasilnya memenuhi tujuan proyek Anda.
2. Menetapkan jadwal dan rencana
Tanpa jadwal, proyek memiliki kemungkinan keterlambatan dan pembengkakan biaya yang lebih tinggi. Jadwal yang baik adalah kunci keberhasilan proyek.
3. Menggerakkan dan mendorong kekompakan kerja tim
Sebuah proyek menyatukan orang untuk berbagi ide dan memberikan inspirasi. Kolaborasi adalah landasan untuk perencanaan dan manajemen proyek yang efektif.
4. Memaksimalkan sumber daya
Sumber daya, baik finansial atau manusia berkaitan dengan biaya (mahal). Dengan menerapkan disiplin manajemen proyek seperti pelacakan proyek dan manajemen risiko, semua sumber daya digunakan secara efisien dan ekonomis.
5. Mengelola Integrasi
Proyek tidak terjadi dengan sendirinya. Perlu diintegrasikan dengan proses bisnis, sistem dan organisasi. Anda tidak dapat membangun sistem penjualan yang tidak terintegrasi dengan proses penjualan dan organisasi penjualan Anda. Itu tidak akan menambah banyak nilai. Integrasi sering kali merupakan kunci nilai proyek.

<●> Berikan 3 contoh Project Management di Bidang IT/IS!
Proyek sistem informasi disini mencakup sebagian atau keseluruhan dari rangkaian aktivitas rekayasa pembangunan sistem informasi. Dimana komponen yang termasuk sistem informasi meliputi infrastruktur hardware, software dan ketersediaan sumber daya manusia bidang teknologi informasi. Contoh proyek sistem informasi diantaranya:
1) Proyek sistem informasi untuk mendukung pelaksanaan pemilu
2) Proyek penjualan elektronik (E-Commerce)
3) Sebuah kampus meningkatkan infrastruktur teknologinya untuk menyediakan akses internet wireless.
4) Suatu perusahaan memutuskan untuk menggunakan VoIP System dan bagaimana implementasinya.

<●> Jelaskan kapan project dikatakan berhasil & gagal!
Secara umum kriteria dan cara mengukur keberhasilan dari sebuah proyek adalah sebagai berikut:
1) Menentukan definisi tujuan (goal definition) yang jelas, maksudnya seberapa besar proyek yang akan dilaksanakan serta kebutuhan apa yang diperlukan oleh semua orang yang terlibat dalam pembuatan proyek.
2) Hasil dari proyek tersebut dapat diterima oleh pelanggan, deadline yang tepat, serta sesuai anggaran atau tidak melebihi budget.
3) Komitmen yang kuat pada suatu proyek, maksudnya proyek yang berhasil adalah proyek yang dapat memiliki komitmen dalam hal manajemen dan organisasi dalam sebuah proyek. Sesuai yang direncanakan maksudnya tidak mengambil jalan pintas dalam sebuah proyek. Terlihat dari harapan-harapan yang membangun di sebuah tim yang menangani proyek.
4) Cakupan (Scope) proyek yang digarap sewajarnya, biasanya proyek yang berhasill memliki cakupan (scope) yang jelas, tidak serakah dan hasilnya pun sempurna.
5) Biaya yang dikeluarkan ketika proyek terselesaikan tidak jauh dari rencana awal, maksudnya jangan sampai biaya yang dikeluarkan sudah besar, akan tetapi kualitas dari hasil sebuah proyek mengecewakan. Atau biaya yang dikeluarkan sudah banyak hasil proyeknya telat waktu.

Proyek gagal karena salah perhitungan dalam merancang dan salah langkah dalam eksekusi. Berikut penyebabnya:
1) Perencanaan yang Buruk
Sangat penting untuk pengembangan yang efektif, perencanaan proyek harus memiliki tujuan yang jelas dan dapat dicapai serta dapat dipahami oleh setiap orang. Ruang Lingkup harus mencakup tujuan yang jelas, sementara Work Breakdown Schedule memecah-mecah setiap tugas/aktivitas. Selain itu, anda juga harus menetapkan cara komunikasi dan manajemen risiko dasar. Memulai sebuah proyek tanpa hal ini setara dengan melompat dalam kegelapan – tidak memiliki struktur yang mendukung, sebuah proyek pasti gagal.
2) Ruang lingkup
Setelah Ruang Lingkup dibuat, siklus pengembangan proyek dapat dimulai. Setelah breakdown jadwal kerja, yang menguraikan setiap milestone dan menerjemahkannya ke Bagan Gantt atau representasi visual serupa lainnya, seorang manajer proyek menggunakan struktur ini untuk mengembangkan sebuah tim, mengalokasikan peran dan tanggung jawab dan menyusun jadwal proyek. Jika salah satu dari keputusan ini gagal atau salah satu peserta memilih untuk menyimpang dari rencana tersebut, kegagalan proyek tidak bisa dihindari.

Meskipun ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kegagalan proyek, yang terutama adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan ruang lingkup proyek. Sangat penting bahwa setiap anggota tim memahami dengan jelas tujuannya dan melakukan pekerjaannya dengan efisien. Jika, misalnya, salah satu staf gagal memberikan tugas, keseluruhan progress bisa menurun karena adanya rantai ketergantungan di mana setiap aktivitas memiliki ketergantungan tertentu. Pertemuan reguler hanyalah salah satu cara untuk mengatasi kecelakaan fatal tersebut.
3) Komunikasi yang buruk/kurangnya transparansi
Agar sebuah proyek berhasil, semua orang yang terlibat harus bisa melakukan sinkronisasi tanpa henti satu sama lain. Manajemen proyek adalah tentang waktu yang tepat dan efisiensi alur kerja, oleh karena itu, jadwal yang transparan, metode produktivitas dan strategi pelacakan waktu semuanya memainkan peran pendukung dan sangat diperlukan selama fase eksekusi. Saluran komunikasi lain yang harus tetap terbuka adalah antar manajer proyek, klien dan pemangku kepentingan. Aturan dasar ini harus ditetapkan sejak awal dan termasuk dalam rencana proyek awal, sehingga memastikan bahwa ketiga pihak tersebut saling mengetahui persyaratan dan harapan masing-masing. Pelaporan sistematis merupakan kunci sukses sebuah hubungan antara mereka yang memiliki kepentingan dalam suatu proyek tertentu.
4) Tidak ada monitoring dan kontrol
Bertentangan dengan apa yang manajer proyek praktikkan, fase eksekusi bukanlah yang terakhir dalam siklus hidup proyek. Sebelum proyek ditutup, sebuah proyek perlu dievaluasi ulang, kinerja tim diukur dan hasil akhir keseluruhan dibandingkan dengan kesepakatan awal. Jika tahap monitoring proyek dilewati, kemungkinan besar tidak akan ada jalan keluar dari krisis manajemen proyek dan klien tidak akan puas dengan hasilnya.
5) Manajemen kelemahan
Memilih orang yang tepat untuk pekerjaan seharusnya menjadi perhatian utama dari manajemen proyek. Yang terpenting, manajer proyek harus menjadi kombinasi sempurna antara kepemimpinan organisasi, kepemimpinan dan soft skil. Selain itu, lini kerja ini membutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang hebat, sama seperti kemampuan untuk tetap bersikap dingin dan berpikiran jernih di bawah tekanan.

<●> Apa saja yang menjadi Triple Constraint dalam Project Management! Berikan contoh studi kasusnya!
triple constraint adalah sebuah model yang menggambarkan tiga batasan utama dalam manajemen proyek. Tiga batasan yang dimaksud adalah scope (ruang lingkup), schedule atau time (jangka waktu), dan cost (biaya). Kalau dilihat secara singkat, tiga hal ini bisa dibilang menjadi tiang dari setiap proyek. Project manager paling hebat pun tidak bisa menjalankan tugasnya dengan efektif, tanpa tiga batasan ini. Tanpa penjadwalan, ruang lingkup, dan biaya yang jelas, tentu akan lebih sulit untuk mengatur sebuah proyek, bukan?

apa itu triple constraint adalah

Nah, triple constraint ini bersifat interdependen, yang artinya saling ketergantungan antara satu sama lain.  Misalnya, ruang lingkup proyek berubah jadi lebih besar. Secara otomatis, dibutuhkan biaya yang lebih banyak, dan juga waktu persiapan yang lebih panjang atau setidaknya disesuaikan lagi. Kalau proyek tiba-tiba harus diselesaikan lebih cepat, tentu saja akan ada perubahan dari segi biaya dan ruang lingkup pengerjaannya.

Penjelasan Batasan dalam Triple Constraint
1) Cost
cost menggambarkan batasan biaya (budget) pada setiap proyek. Terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi perhitungan biaya ini, mulai dari pembayaran orang-orang yang bekerja di dalam proyek, sampai faktor eksternal yang tidak diduga. Baik itu untuk proyek kecil maupun besar, dibutuhkan penggunaan project management tools yang tepat agar perhitungan biaya lebih mudah dan tetap akurat.
2) Time
Waktu atau penjadwalan dalam manajemen proyek. Jadwal ini sangatlah penting, agar proyek bisa selesai sesuai dengan keinginan klien, stakeholder, dan pihak penting lainnya. 
3) Scope
Batasan ini berisikan apa saja yang harus dilakukan agar sebuah proyek berjalan dengan lancar. Intinya, semua yang masuk ke dalam ruang lingkup proyek wajib dituliskan agar terpenuhi. Tentu saja harus ada pemilihan mana yang menjadi prioritas, mana yang bisa dinomorduakan. Hal ini sangat penting, agar tenaga dan semua resource yang dimiliki bisa digunakan secara lebih efektif dan efisien.

Contoh Penerapan Triple Constraint dalam Agile Development
Dalam manajemen proyek tradisional, 3 aspek yang ada di dalam Triple Constraints akan didefinisikan pada awal proyek. Sedangkan Agile merupakan metodologi yang bersifat iteratif (berulang) dan inkremental (berkembang sedikit demi sedikit secara teratur). Agile akan fokus pada respon feedback dari pelanggan dan beradaptasi dengan perubahan dengan cepat. Hal itulah yang membuat banyak orang menanyakan apakah teori Triple Constraints dapat diimplementasikan ketika suatu manajemen proyek menggunakan kerangka Agile Development. 
Meskipun teori Triple Constraints dengan Agile memiliki pendekatan yang berbeda, namun aspek-aspek di dalamnya masih dapat diimplementasikan dalam Agile. Pada setiap sprint yang berjalan pada Agile Development, Anda tetap dapat menentukan dan mengikuti batasan-batasan yang ada pada Triple Constraints. Sprint sendiri berarti durasi singkat yang dipergunakan tim untuk menyelesaikan satu set jumlah pekerjaan. Jadi, setiap sprint akan memiliki batasan waktu, biaya, serta ruang lingkup yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Dengan demikian, tim dapat menyelesaikan pekerjaan dengan prioritas tertinggi dengan waktu dan anggaran yang sudah ditetapkan. 

<●> Jelaskan peran dari Project Manager serta skills yang harus dimilikinya!
Manajer proyek adalah seseorang yang menjadi pemimpin dari sebuah proyek yang penting. Tak diragukan lagi, posisi penting ini berperan sebagai orang yang menentukan kesuksesan sebuah proyek yang sedang dikerjakan perusahaan. Project manager memegang peran penting dalam perencanaan, eksekusi, pengawasan, pengendalian, dan juga penutupan proyek. Jadi, tanggung jawabnya mulai dari awal hingga paling akhir. Posisi ini tentunya bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan suatu proyek. Kalau proyek yang dijalankan berhasil, perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau hasil yang diinginkan. Sebaliknya, kalau proyek gagal, kerugian akan terjadi.
Nah, seorang manajer proyek harus bisa menerima dan juga mengantisipasi hal ini. Karena tanggung jawabnya yang besar, sebagai project manager kamu harus memiliki kemampuan-kemampuan tertentu. Kemampuan-kemampuan ini akan sangat berguna untuk menghadapi segala permasalahan yang ada saat menyusun sebuah proyek. Kemampuan tersebut antara lain:
1) Komunikasi
2) Kepemimpinan
3) Negosiasi
4) Manajemen Tim dan Waktu
5) Manajemen Resiko
6) Pemahaman Teknologi
7) Riset
8) Problem Solver
9) Mengelola Biaya

10) Kemampuan Interpersonal

<●> Gambarkan dan jelaskan tentang Three Sphere Model for Systems Management!
Di dalam manajemen sistem perlu diperhatikan lingkup manajemen, dimana manajemen sistem memiliki 3 lingkup yaitu:
a. Bisnis (Business)
Adalah segala aspek bisnis yang terlibat dan harus menjadi concern dari pihak manajemen proyek. Tidak bisa disangkal bahwa di dalam semua proyek dan perusahaan aspek bisnis menjadi alasan utama dikembangkannya segala jenis usaha. Intinya adalah mendapatkan manfaat atau keuntungan atas usaha dan biaya yang telah dikeluarkan. Fokus utamanya adalah benefit dan cost. Bagaimana proyek ini akan didanai, sumber dananya dari mana, bagaimana alokasi pendanaannya, apakah dananya cukup tersedia atau tidak, dan apakah manfaatnya akan sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Juga memperhitungkan apakah ke depannya proyek ini worth ataukah tidak.
b. Organisasi (Organization)
Aspek organisasi sangat perlu diperhatikan, terkait dengan sumber daya manusia yang dimiliki dan diperlukan untuk menjalankan proyek, dalam hal ini siapa saja yang akan menjalankan dan mengelolah proyek ini hingga mencapai tujuan. Termasuk juga di dalamnya adalah bagaimana kompetensi yang dimiliki para staff, apakah sudah memadai ataukah masih harus dilalukan pendidikan dan pelatihan, siapa yang akan memberikan pelatihan dan lain lain terkait kesiapan dukungan sumber daya manusia harus diperhatikan dengan seksama.
Selanjutnya tentang kesiapan perubahan pada sistem manajemen setiap anggota dalam organisasi itu sendiri juga harus diperhatikan. Apakah semua komponen sudah siap untuk menerima perubahan? Jika terjadi retensi oleh personal maupun kelompok, harus bisa di manage dengan baik.
c. Teknologi (Technology)
Penggunaan teknologi saat ini dan yang akan digunakan di masa datang sangat mempengaruhi fungsi manajemen sistem. Sehingga spesifikasi dan model teknologi yang akan digunakan perlu diperhatikan baik-baik. Kemungkinan yang dapat dipilih adalah mengganti dengan teknologi baru, atau tetap dengan teknologi lama, karena dikhawatirkan perubahan teknologi akan menghancurkan proses bisnis yang sudah running well, ataukah cukup dengan membangun “bridge” agar teknologi lama kita bisa support dengan rencana teknologi baru yang akan di deploy kelak dikemudian hari dengan berbagai alasan. Pilihan kemungkinan ini harus dianalisis dengan baik, agar penggunaan teknologi baru benar-benar memberikan dampak positif bagi perusahaan, mampu support terhadap proses bisnis utama dan pendukungnya.

<●> Jelaskan 4 Frames & 3 Struktur Organisasi!

<●> Sebutkan dan jelaskan 10 Culture dalam organisasi!
Definisi operasional budaya perusahaan memiliki banyak dimensi variabel. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam penelitian ini dilakukan pengukuran dengan mengadopsi model karakteristik yang dikemukan oleh Robbins (1996) yakni:
1) Identitas anggota (member identity), pegawai mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari organisasional, bukannya bagian dari pekerjaannya atau bagan dari bidang keahlian profesional.
2) Penekanan kelompok (group emphasis), kegiatan-kegiatan kerja di organisasi dalam suatu kelompok bukannya kerja perseorangan/individu namun kelompok.
3) Integrasi unit-unit (unit integration), bahwa unit-unit di dalam organisasi didukung untuk beroperasi dalam suatu koordinasi dan saling mengisi.
4) Fokus pada manusia (people focus), dalam mengambil keputusan yang dilakukan oleh manajemen akan selalu memperhatikan dampak outcome bagi manusia di dalam organisasional.
5) Pengawasan (control), peraturan-peraturan, pembatasan dan pengawasan langsung dipergunakan untuk mengawasi dan mengendalikan perilaku pegawai.
6) Toleransi terhadap resiko (risk tolerance), pegawai didorong untuk menjadi agresif, inovatif dan berani mengambil resiko.
7) Kriteria penghargaan (reward criteria), bahwa penghargaan seperti kenaikan upah dan promosi dialokasikan sesuai dengan prestasi atau kinerja pegawai, dan bukan berdasarkan senioritas, favoritisme atau faktor-faktor non kinerja lainnya.
8) Toleransi terhadap konflik (confict tolerance), pegawai didorong dalam suasana konflik (bersaing sehat) dan saling bersedia menerima kritik.
9) Orientasi pada hasil akhir (means-end orientation), yakni manajer memusatkan perhatiannya pada hasil afau outcome, bukannya pada teknikteknik dan proses
10) Mengutamakan sistem terbuka (open system focus), organisasi selalu memantau dan menanggapi setiap perubahan yang terjadi di luar lingkungan organisasi

<●> Sebutkan dan jelaskan Model Life Cycle yang ada pada Product Life Cycle dan Predective Life Cycle!
1) Predictive Life Cycle/Waterfall Model
Merupakan siklus kehidupan proyek yang paling terencana dimana lingkup proyek (scope), waktu dan biaya ditentukan diawal siklus. Proyek baru akan berjalan jika ketiga hal tersebut sudah ditetapkan di awal proyek. Proyek selanjutnya dijalankan melalui fase-fase yang tiap fasenya harus diselesaikan sebelum berlanjut ke fase selanjutnya. Hal ini tentunya sejalan dengan filosofi Waterfall yang merujuk pada sistem dengan laju yang sangat linear dan menuntut kedisiplinan antara manajer dan pegawai. Siklus proyek ini sangat baik diterapkan pada produk yang sudah umum dan mudah dimengerti.
2) Incremental/Iterative Life Cycle
Seperti Predictive Life Cycle, keberlangsungan proyek dibagi ke dalam fase-fase yang berjalan secara berurutan. Akan tetapi, siklus proyek Incremental memiliki ciri khas tersendiri, yaitu penentuan scope proyek yang dilakukan di tiap fase. Perubahan-perubahan sepanjang proyek dapat disesuaikan pada iterasi (pengulangan) berikutnya. Hasil yang diperoleh didapatkan di akhir iterasi. Oleh karena itu, siklus Incremental lebih fleksibel dengan perubahan dibandingkan Predictive. Siklus proyek ini sangat cocok untuk proyek yang besar dan kompleks.
3) Adaptive Life Cycle/Agile
Jika ada urutan paling fleksibel, siklus proyek ini adalah juaranya. Sesuai dengan filosofi Agile yang sangat menekankan kedinamisan terhadap perubahan, proyek dengan menggunakan siklus Adaptive akan berjalan dengan menggunakan iterasi-iterasi yang lebih banyak dan padat dibandingkan Incremental. Iterasi tentunya dibutuhkan apabila ada permintaan pengubahan dari klien terhadap produk yang dibuat. Siklus proyek ini sangat baik digunakan untuk penyelesaian produk yang masih membutuhkan banyak pengembangan, seperti IT.

<●> Gambarkan dan jelaskan tentang Phases of the traditional project life cycle!
The traditional approach atau pendekatan tradisional meliputi:
1) Tahap inisialisasi proyek (Project Initiation Stage)
2) Tahap Perencanaan Proyek (Project Planning or Design Stage)
3) Tahap produksi / pelaksanaan proyek (Project Execution or Production Stage)
4) Tahap pengawasan dan sistem pengontrolan (Project Monitoring and Controlling Systems)
5) Tahap penyelesain Proyek (Project Completion Stage)

<●> Jelaskan tentang Context dari IT/IS Project beserta Recent Trends Affecting dari IT Project Management!
1) Globalisasi
hambatan perdagangan dan politik yang lebih rendah dan revolusi digital telah memungkinkan untuk berinteraksi hampir secara instan dengan miliaran orang lain di seluruh planet ini
2) Outsourcing
outsourcing adalah ketika sebuah organisasi memperoleh barang dan/atau sumber dari sumber luar; offshoring kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan outsourcing dari negara lain
3) Tim virtual
tim virtual adalah sekelompok individu yang bekerja melintasi ruang dan waktu menggunakan teknologi komunikasi

<●> Sebutkan dan jelaskan secara singkat tentang 10 Knowledge Area pada Project Management!
1) Manajemen Integrasi Proyek
2) Manajemen Lingkup
3) Manajemen Waktu
4) Manajemen Biaya
5) Manajemen Kualitas
6) Manajemen SDM
7) Manajemen Komunikasi
8) Manajemen Resiko
9) Manajemen Pengadaan
10) Manajemen Stakeholders

<●> Sebutkan dan jelaskan kelompok kelompok proses dari Project Management
Manajemen proyek dicapai melalui pengaplikasian proses yang tepat dan integrasi dari 49 proses manajemen proyek yang dikelompokkan secara logis yang terdiri dari lima Grup Proses:
1) Memulai
1) Mendefinisikan dan mengesahkan proyek.
2) Sering dilakukan di luar lingkup kendali proyek.
3) Memfasilitasi pengesahan yang formal untuk memulai proyek baru.
4) Ditugaskan oleh manajer proyek.
5) Pendanaan dan persetujuan terjadi di luar batasan lingkup proyek.
6) Banyak proyek besar atau kompleks dibagi menjadi beberapa fase, dan diulangi untuk setiap fase berikutnya.

2) Perencanaan
1) Mendefinisikan, menyempurnakan tujuan, dan merencanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari ruang lingkup yang akan ditangani oleh proyek.
2) Mengembangkan rencana manajemen proyek, menyempurnakan ruang lingkup proyek, biaya proyek, dan jadwal.
3) Proses diperbarui dan disempurnakan di seluruh kelompok proses pelaksanaan dengan perencanaan yang teriterasi.
4) Semua pemangku kepentingan yang diperlukan dilibatkan dalam proses ini.

3) Pelaksana
1) Sebagian besar anggaran proyek akan digunakan untuk melaksanakan Kelompok Proses Pelaksana.
2) Mengintegrasikan orang dan sumber daya lain untuk melaksanakan rencana manajemen proyek.
3) Selama pelaksanaan proyek, hasil yang didapat mungkin memerlukan pembaruan perencanaan dan penataan dasar (baseline) kembali.

4) Pemantauan dan Pengendalian
1) Manfaat utama dari Kelompok Proses Pemantauan dan Pengendalian yaitu kinerja proyek diukur dan dianalisis secara berkala.
2) Kelompok proses ini memantau aktivitas proyek yang sedang berlangsung sambil menganalisis rencana manajemen proyek dan baseline pengukuran kinerja proyek.
3) Kelompok proses ini mempengaruhi faktor yang dapat menghindari kontrol perubahan atau manajemen konfigurasi sehingga hanya perubahan yang disetujui yang diterapkan.
4) Mengontrol perubahan dan merekomendasikan tindakan korektif atau pencegahan untuk mengantisipasi kemungkinan masalah.
5) Grup Proses Pemantauan dan Pengendalian tidak hanya memantau dan mengontrol pekerjaan yang dilakukan dalam Grup Proses, tetapi juga memantau dan mengontrol seluruh proyek.

5) Penutupan.
1) Memformalkan penerimaan proyek atau fase yang dapat disampaikan.
2) Mendapatkan penerimaan dari pelanggan atau sponsor untuk menutup proyek/fase proyek secara resmi.
3) Melakukan tinjauan pasca proyek atau fase-akhir.
4) Mencatat dampak dengan menyesuaikannya dengan proses apa pun.
5) Mendokumentasikan pembelajaran yang didapat.
6) Menerapkan pembaruan yang sesuai untuk aset proses organisasi.
7) Mencapai kesuksesan di semua dokumen proyek yang relevan dengan Sistem Informasi Manajemen Proyek (PMIS) untuk digunakan sebagai data historis.
8) Menutup semua aktivitas pengadaan.
9) Melakukan penilaian anggota tim.
10) Merilis sumber daya proyek.

<●> Gambarkan pemetaan masing-masing kelompok proses terhadap 10 knowledge area

Daftar Pustaka:

https://divedigital.id/apa-itu-project/
https://blog.pluang.com/cerdascuan/operations-management-adalah/
https://www.investopedia.com/terms/p/project-management.asp
https://sarjanaekonomi.co.id/atribut-produk/
https://media.neliti.com/media/publications/87927-ID-pengaruh-atribut-produk-terhadap-keputus.pdf
https://magnaqm.com/blog/2015/02/20/project-vs-operation/
https://manajemenproyekindonesia.com/?p=5064
https://viciontraining.wordpress.com/2020/01/04/10-alasan-pentingnya-project-management/
https://www.coldeja.com/2020/03/manajemen-proyek-sistem-informasi.html#toc11
https://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2009/03/subhan-keberhasilan-proyek.pdf
http://crm-indonesia.com/5-alasan-mengapa-suatu-proyek-gagal/
https://glints.com/id/lowongan/apa-itu-triple-constraint-adalah/#.YWbjbm_P200
https://www.logique.co.id/blog/2021/02/11/teori-triple-constraints-manajemen-proyek/
https://glints.com/id/lowongan/apa-itu-project-manager/#.YWbnnm_P200
https://ekosiyam.blogspot.com/2012/03/manajemen-proyek-dilihat-dari.html
https://media.neliti.com/media/publications/17198-ID-analisis-budaya-organisasional-terhadap-komitmen-kerja-karyawan-dalam-peningkata.pdf
https://magnaqm.com/blog/2017/12/18/siklus-kehidupan-proyek-project-life-cycle/
https://repository.unikom.ac.id/48884/1/Pertemuan%201%20dan%202%20%20PENGANTAR%20MANAJEMEN%20PROYEK%20PERANGKAT%20LUNAK.pdf
https://www.kompasiana.com/metiovanijulianti6799/60a00cead541df3a9d5ef512/penerapan-ilmu-manajemen-proyek-rekayasa-cost-and-scope-management-pada-proyek-pembangunan-jembatan-balige-by-pass
https://rezaprama.com/kelompok-proses-dalam-manajemen-proyek-di-pmbok/
https://ferrysystem.wordpress.com/category/9-knowledge-area/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: